Menulis adalah Kebutuhan


Menulis adalah Kebutuhan - Menulis, mungkin bagi sebagian orang tidaklah mudah. Dibutuhkan kemauan dan konsisten tinggi yang secara sadar hadir dari tiap benak seorang penulis. Menulis tidak bisa dipaksakan, tidak bisa atas keinginan sepihak dari orang tertentu yang menghendaki kita untuk menulis. Sekalipun kita selalu memaksa diri untuk berpikir uraian kata demi kata ke dalam tulisan, ketika bila tidak didorong dari kemauan diri sendiri, maka apalah arti sebuah tulisan.

Menulis bukan tuntutan. Tiap goresan pena, keyboard yang berbunyi, tak tik tuk, bukanlah dilakukan atas dasar desakan, namun hal itu muncul dari ide-ide dalam pemikiran manusia, sebuah aksara yang penuh akan makna, yang menjadi jejak dari kisah hidup seorang manusia. Tidak hanya untaian kata, terlebih tulisan mampu mengungkapkan apa yang terjadi tentang kehidupan di alam semesta dan alam sosial umat manusia. Mengulas segala sesuatu dari proses penciptaan Yang Maha Kuasa secara tersirat dan kemudian termanifestasikan dalam sebuah tulisan (tersurat).


Untuk itu, setiap manusia tentu perlu menulis. Menjadikan menulis sebagai sebuah kebutuhan dasar, layaknya minum, makan, mandi, dan tidur. Dengan hal itu, menulis bukan lagi aktivitas sulit, melainkan sebuah kerja alamiah yang otomatis menjadi bagian dari kehidupan setiap manusia. Maka, ketika menulis, sesungguhnya manusia mencapai satu tingkat peradaban yang sama sekali berbeda dari sebelumnya. Karena seiring berkembangnya zaman, menulis menjadi penting untuk manusia agar tetap bertahan hidup dan memahami sejarah.


Utamanya, menulis juga merupakan kegiatan emosional manusia dalam mengekspresikan diri. Menuangkan pesan dan curahan rasa, atas segala kondisi psikososial manusia yang dialaminya, Peter Elbow mengatakan, “Menulis sebagai satu proyek untuk terus memperbaiki diri, proyek mengoptimalisasi potensi diri, proyek menjadi manusia yang maksimum”. Dalam kerja itulah, kita harapkan, secara integratif, kesadaran itu menjadi kekuatan bagi tiap pribadi untuk memulai menulis. Dimulai dari kisah diri sendiri, lingkungan, hingga ke berbagai aspek apapun yang membuat diri kita menjadi bertumbuh dan berkembang. Dan di kala itu, kita bisa mengharap: kerja menulis akan selalu menempatkan kita dalam level atau derajat kemanusiaan yang lebih tinggi.


Maka, setelah kata pertama dalam kitab suci, “Iqra” atau “bacalah”, tak buruk sama sekali bila kita serukan sebagai lanjutannya: “menulislah”.


Demikian Blog Menulis adalah Kebutuhan, selamat menulis dengan bebas untuk adik-adik di Gemilang Online Class (GOC), teruslah mengukir karya dalam tulisan, menjadikan tulisan memiliki kekuatan penuh yang dari sini orang lain dapat bertindak karena terpengaruh oleh tulisan yang adik-adik buat.

MERDEKA DALAM MENULIS!


Penulis: Fauziah Rivanda